Saya Menemukan Cara Membuat Website Tanpa Ribet
Cerita kecil dari perjalanan saya belajar membuat website, mencoba berbagai cara, sampai menemukan Instan.app.
Saya ingin belajar membuat website
Belakangan ini saya sedang banyak belajar tentang website.
Bukan karena ingin menjadi programmer atau membuat sesuatu yang sangat rumit.
Saya hanya ingin bisa membuat berbagai halaman sendiri.
Kadang untuk kebutuhan pribadi, kadang untuk berbagi informasi, kadang juga untuk mencoba sebuah ide.
Masalahnya, ketika mulai mencari tahu tentang website, kita sering bertemu dengan istilah-istilah seperti hosting, domain, HTML, CSS, dan coding.
Bagi yang sudah terbiasa mungkin hal itu biasa. Tapi bagi saya, belajar sesuatu yang baru akan terasa lebih menyenangkan kalau bisa dimulai dari cara yang sederhana.
Apalagi sebagian aktivitas saya sekarang banyak dilakukan melalui HP.
Dari situlah saya mulai mencari-cari.
Ternyata membuat website tidak selalu harus serumit yang saya bayangkan
Semakin saya mencari tahu, saya mulai menemukan bahwa ada banyak cara untuk membuat sebuah halaman web.
Kita sering membayangkan bahwa membuat website harus selalu dimulai dari membeli domain, berlangganan hosting, kemudian menyiapkan berbagai hal teknis lainnya.
Cara seperti itu tentu saja ada dan tetap penting untuk kebutuhan tertentu.
Tetapi ternyata ada juga cara lain untuk mulai belajar dan mencoba membuat halaman web tanpa harus langsung menyiapkan semuanya sendiri.
Bagi saya, ini cukup menarik.
Karena ketika tujuan awalnya adalah belajar, saya lebih ingin memahami bagaimana sebuah halaman dibuat dan bagaimana hasilnya bisa terlihat di internet.
Saya ingin mulai dari sesuatu yang sederhana terlebih dahulu.
Ada banyak cara untuk sampai pada sebuah halaman web. Saya memilih untuk mulai dari cara yang lebih sederhana.
Dalam proses mencari itulah saya menemukan Instan.app
Setelah mencoba mencari tahu berbagai cara membuat website, saya kemudian menemukan sebuah platform yang menarik perhatian saya: Instan.app.
Saya tidak langsung menganggap bahwa inilah cara yang paling bagus atau paling cocok untuk semua orang.
Saya justru penasaran dan mulai mempelajarinya.
Apa yang bisa dibuat? Bagaimana cara kerjanya? Dan apakah cara seperti ini cukup mudah untuk saya pelajari?
Dari situlah saya mulai mencoba lebih jauh.
Tidak harus langsung punya hosting dan domain
Salah satu hal yang menarik perhatian saya ketika mempelajari Instan.app adalah kita bisa mulai membuat halaman tanpa harus terlebih dahulu menyiapkan hosting dan domain sendiri.
Bagi saya, ini cukup menarik terutama ketika tujuan awalnya memang ingin mencoba dan belajar.
Kita tidak harus langsung memikirkan banyak hal teknis di awal. Bisa mulai dari membuat halaman terlebih dahulu, kemudian memahami prosesnya sambil berjalan.
Tetapi tentu saja, bukan berarti domain dan hosting menjadi tidak penting.
Untuk kebutuhan tertentu, memiliki domain sendiri justru bisa membuat sebuah halaman terasa lebih personal dan memiliki identitas yang lebih jelas.
Tidak harus mulai dari semuanya. Yang penting, mulai dulu dan pelajari prosesnya.
Tapi tetap harus belajar coding
Nah, di sinilah saya menemukan satu hal yang menurut saya cukup menarik.
Membuat website dengan cara yang lebih sederhana bukan berarti kita tidak perlu mengenal coding sama sekali.
Ada bagian-bagian kode yang perlu kita pahami ketika ingin membuat atau menyesuaikan halaman.
Awalnya mungkin terlihat seperti sesuatu yang rumit. Apalagi kalau melihat banyak tanda dan tulisan yang belum kita mengerti.
Tetapi setelah saya coba pelajari, saya lebih mudah membayangkannya seperti menyusun puzzle.
“Tidak harus membuat semuanya dari nol. Saya belajar memahami bagian-bagiannya, lalu menyusunnya seperti puzzle.”
Tentu saja, semakin banyak yang ingin kita lakukan, semakin banyak pula yang perlu dipelajari.
Tetapi bagi saya, cara belajar seperti ini terasa lebih ringan karena saya bisa langsung melihat hasil dari apa yang sedang saya pelajari.
Halaman ini juga dibuat dengan Instan.app
Kalau Anda sedang membaca halaman ini, sebenarnya Anda sedang melihat salah satu contoh yang saya buat menggunakan Instan.app.
Saya membuatnya dengan format custom HTML, kemudian menyusunnya sedikit demi sedikit seperti menyusun puzzle.
Dari sini saya mulai melihat bahwa membuat website tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Yang penting adalah memahami bagaimana setiap bagian bekerja, lalu menyusunnya sesuai kebutuhan.
Bahkan halaman yang sedang Anda baca ini dibuat dengan Instan.app
Mungkin akan lebih mudah kalau saya tidak hanya bercerita tentang apa yang saya temukan.
Jadi, saya tunjukkan saja salah satu contohnya.
Halaman yang sedang Anda baca ini dibuat dengan Instan.app.
Saya membuatnya dengan format custom HTML, sehingga tampilan dan susunannya bisa saya atur sendiri sesuai kebutuhan.
Bagi saya, ini menjadi salah satu cara yang menarik untuk belajar coding sekaligus melihat langsung hasilnya menjadi sebuah halaman web.
Salah satu halaman yang saya buat menggunakan Instan.app.
Jadi, bagi saya, Instan.app bukan sekadar tempat untuk membuat sebuah halaman jadi online.
Ia juga menjadi salah satu tempat saya belajar memahami bagaimana sebuah halaman web dibangun.
Ada beberapa hal yang membuat saya terus tertarik mencobanya
Setelah beberapa kali mencoba dan mempelajarinya, ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik.
Bukan berarti semuanya sempurna atau cocok untuk setiap orang. Tetapi untuk kebutuhan saya dalam belajar dan bereksperimen, beberapa hal ini cukup membantu.
Bisa mulai tanpa menyiapkan semuanya sendiri
Saya bisa mulai membuat halaman tanpa harus terlebih dahulu menyiapkan hosting dan domain sendiri.
Bisa belajar sambil melihat hasilnya
Karena saya bisa menggunakan custom HTML dan CSS, proses belajar coding terasa lebih nyata. Apa yang saya tulis bisa langsung saya lihat sebagai bagian dari sebuah halaman.
Tidak terpaku pada satu bentuk halaman
Saya menemukan berbagai kemungkinan penggunaan, mulai dari link, halaman statis, biolink, toko online, form, dan berbagai desain halaman lainnya.
Bisa menjadi ruang untuk bereksperimen
Karena saya cukup sering mengerjakan sesuatu melalui HP, saya tertarik dengan cara kerja yang memungkinkan saya tetap belajar dan mencoba dari perangkat yang saya gunakan.
Tetapi proses mencoba, mengubah, melihat hasil, lalu belajar lagi dari situ.
Dan mungkin justru bagian itulah yang paling saya nikmati: belajar sambil membuat sesuatu.
Tapi tentu saja, tidak semuanya selalu sesederhana itu
Setelah bercerita tentang hal-hal yang saya sukai, rasanya kurang lengkap kalau saya tidak menyampaikan bagian lainnya.
Instan.app memang membuat saya lebih mudah untuk mulai mencoba membuat berbagai halaman. Tetapi tetap ada hal-hal yang perlu dipahami.
Terutama kalau kita ingin membuat halaman yang benar-benar sesuai dengan keinginan sendiri.
Tetap perlu belajar coding
Kalau ingin menggunakan custom HTML dan CSS, tentu kita perlu memahami dasar-dasar coding. Semakin banyak ingin diatur sendiri, semakin banyak pula yang perlu dipelajari.
Tidak semua kebutuhan sama
Sebuah halaman sederhana tentu berbeda kebutuhannya dengan website yang memiliki sistem dan fungsi yang jauh lebih kompleks.
Tetap perlu mencoba dan menyesuaikan
Tidak semua hal langsung berhasil pada percobaan pertama. Kadang perlu mengubah kode, melihat hasilnya, kemudian mencoba lagi.
Perlu memahami apa yang sedang dibuat
Bagi saya, menggunakan platform seperti ini tetap lebih menarik kalau kita tidak sekadar menempelkan kode, tetapi juga berusaha memahami fungsi dari kode tersebut.
Saya sendiri masih belajar. Jadi tulisan ini bukan berarti saya sudah menguasai semuanya. Saya hanya membagikan apa yang saya temukan dan saya pelajari sejauh ini.
Justru karena masih belajar itulah saya merasa menarik untuk membagikan perjalanan ini.
Mungkin ada orang lain yang sedang berada di tahap yang sama: ingin membuat sesuatu, tetapi belum tahu harus mulai dari mana.
Kalau Anda sedang mencari cara membuat website, mungkin ini bisa dicoba
Setelah menceritakan pengalaman saya, mungkin pertanyaan berikutnya adalah: “Apakah Instan.app cocok untuk saya?”
Menurut saya, jawabannya kembali kepada kebutuhan masing-masing.
Tetapi dari apa yang saya pelajari, ada beberapa kondisi di mana platform seperti ini mungkin menarik untuk dicoba.
Terutama jika ingin belajar sambil langsung membuat sesuatu.
Tetapi tidak ingin setiap kali harus menyiapkan semuanya dari awal.
Dengan HTML, CSS, desain, link, form, biolink, atau berbagai jenis halaman.
Dan ingin tetap punya ruang untuk belajar serta mencoba membuat halaman web.
Membutuhkan sistem website yang sangat kompleks dan memiliki kebutuhan teknis khusus.
Menginginkan semuanya berjalan otomatis tanpa perlu mempelajari sedikit pun tentang coding.
Sudah memiliki kebutuhan dan sistem tertentu yang lebih cocok dikerjakan dengan teknologi lain.
Jadi mungkin pertanyaannya bukan “Apakah Instan.app bagus?”
Tetapi lebih sederhana:
Pada akhirnya, saya menemukan cara belajar sambil membuat
Kalau saya melihat kembali perjalanan ini, sebenarnya tujuan awal saya sederhana: saya ingin belajar membuat website.
Saya mencari cara yang menurut saya lebih memungkinkan untuk dipelajari, terutama karena saya tidak selalu mengerjakan sesuatu dari komputer.
Kemudian saya menemukan Instan.app dan mulai mencoba sedikit demi sedikit.
Dari yang awalnya hanya ingin membuat sebuah halaman, saya justru menemukan banyak hal lain yang bisa dipelajari.
Bagi saya, mungkin inilah bagian yang paling menarik:
bukan hanya membuat website, tetapi belajar bagaimana website itu dibuat.Jadi, apakah Instan.app cocok untuk semua orang? Saya rasa tidak perlu sampai pada kesimpulan seperti itu.
Saya hanya bisa menceritakan pengalaman saya sendiri: saya menemukan sebuah alat yang membuat saya tertarik untuk terus mencoba dan belajar.
Kalau kebetulan Anda juga sedang berada di tahap yang sama, mungkin Anda bisa mencoba melihatnya sendiri.
Satu hal baru yang dipelajari hari ini, mungkin menjadi satu langkah kecil untuk naik kelas.